Abstrak Benchmarking, Fuzzy C-Means Clustering, IHSG, IHSG BEJ
Benchmarking,
yaitu proses memberi batasan yang jelas antara poin Indeks Harga Saham Gabungan
Bursa Efek Jakarta (IHSG BEJ), adalah suatu hal yang penting untuk menentukan
dan mengetahui poin indeks mana yang termasuk di dalam kelompok yang bisa dikatakan tinggi,
rendah atau rata-rata. Hal ini diperlukan
sebagai suatu standar bahwa poin indeks tertentu akan masuk ke dalam kelompok yang
mana. Tanpa benchmarking, permasalahan akan timbul seiring dengan adanya pelbagai
persepsi manusia yang tentu saja berbeda dalam memberikan penilaian terhadap
poin indeks (berdasarkan perkiraan dari masing-masing individu), apakah poin
indeks tertentu masuk dalam kategori tinggi, rendah atau rata-rata. Tidak
ada batasan yang jelas antara poin indeks satu dengan yang lainnya. Fuzzy
C-Means, yaitu suatu metode untuk mengklaster set data menjadi beberapa
kelompok data dengan membagi rata set data, menjadi salah satu metode untuk
melakukan benchmarking terhadap IHSG BEJ. Fuzzy C-Means -yang didasari dengan
logika fuzzy- mengelompokkan data berdasarkan jarak antara centroid dengan
data. Setiap data memiliki derajat keanggotaan terhadap masing-masing klaster. Data
dengan derajat keanggotaan paling tinggilah yang akan menjadi anggota dari
klaster dimana derajat keanggotaan tersebut tertuju.
Dalam hal ini,
akan diimplementasikan Fuzzy C-Means Clustering yang melakukan benchmarking
terhadap IHSG BEJ tahun 2005 sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan
analisis data teknikal historis dari data tersebut.
Dari hasil ujicoba
terhadap beberapa jenis IHSG BEJ, didapatkan suatu kesimpulan bahwa
benchmarking bisa dilakukan terhadap pelbagai jenis IHSG BEJ dan bisa didapatkan
beberapa informasi yang berguna bila pola IHSG BEJ dianalisis lebih dalam dan
menghubungkannya dengan variabel waktu.
Kata Kunci: Benchmarking, Fuzzy C-Means Clustering, IHSG, IHSG
BEJ.
No comments:
Post a Comment
silahkan membaca dan berkomentar